Aku pernah baca, lupa dimana. Cuman ingin re-share aja ditambah-kurang
bumbu tulisan dikit disana sini. Ga maksud copas karena yakin isinya ga
benar-benar sama. Maaf utk penulis aslinya, aku benar-benar lupa baca tulisan
ini dimana waktu SMP. Kalo ingat pasti aku cantumin koq. Makasih udah jadi
inspirasi untuk bisa re-share tulisan ini ..
Kalau hati kita diibaratkan seperti ruangan seluas 100 x lapangan
sepakbola maka di dalam ruangan itu pasti ada banyak kamar buat orang2 yang
pernah dekat dgn kita
Entah itu keluarga, teman, sahabat, pacar, ataupun orang-orang yang
spesial buat kita. Dan tiap orang punya satu kamar. Kalau ada orang yang masuk
ke dalam hidup kita, kita sediakan satu kamar kosong buat dia.
Saat orang itu pergi dari hidup kita, kamar itu kita kunci. Dan kuncinya
turut di bawanya pergi hingga enggak mungkin ada orang lain yang bisa masuk ke
kamar tersebut. Karena tiap orang punya kamar sendiri-sendiri di hati kita. Terkadang
saat ada sosok baru yang hadir, tak jarang kita berpikir bahwa orang itu
mengisi kamar yang lama kosong. Tanpa kita sadari dia hanya berdiri di depan
pintu dan dengan bayangannya menutupi ruangan itu, tanpa pernah bisa
membukanya. Dan dia pun dengan seiring jalannya waktu akan kita beri ruang baru
di hati kita, yang kuncinya pun akan dipegang olehnya.
Mungkin itulah alasan kenapa ga ada orang yang bisa menggantikan posisi
oranglain di hati kita, karena semua punya ruang masing-masing dan memegang
kuncinya masing-masing. Agak aneh memang kalo dipiki-pikir, tapi mungkin itu juga alasan kenapa terkadang ada
orang yang bisa bebas sesuka hati nya muncul, keluar masuk hati kita, karena
sejak awal memang dia sudah punya kamar sendiri di hati kita, dia memegang
kuncinya sendiri yang bisa dia pakai sesukanya untuk keluar masuk hati
kita.
Pandan, Kamis 27 Maret 2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar